PENGENALAN
Menurut kamus dewan fenomena ialah sesuatu
kenyataan atau kejadian yang dapat diperhatikan.Contohnya seperti alam
semulajadi atau sejarah fenomena juga dapat didefinisikan sebagai sesuatu
kenyataan atau kejadian yang dapat diberikan dan dijelaskan secara saintifik
7 FENOMENA ALAM SEMESTA DI DUNIA
Pernahkah kita mengetahui, banyak
fenomena alam yang merupakan peristiwa luar biasa di berbagai belahan bumi di
dunia ini. Kejadian yang menyangkut campur tangan alam ini terkadang tidak
sanggup diterima nalar, dan memang menyimpan rasa heran dan kagum yang
sekaligus mengingatkan kita bahawa apapun terjadi pada kehidupan kita di bumi
ini.
Fenomen Alam
Alam seperti bumi yang kita tempati ini dan
berada pada sistem tata surya alam semesta, bagaimana mungkin boleh terbentuk
dengan sendirinya. Begitu juga dengan 7 fenomena alam di dunia yang sangat
menakjubkan ini .
Beberapa fenomena alam semesta di
dunia yang pernah ada tersebut, memang memberikan rasa kekaguman yang sarat
makna kehidupan. Bahwa dengan adanya fenomena alam tersebut, merupakan bukti
keagungan dan kebesaran sang pencipta.
1. BADAI
SUPERCELL
Angin yang bertiup kencang dengan sebutan Supercell ini sebenarnya
merupakan kumpulan dari badai tornado yang lebih dari sekedar sel badai biasa dan
terjadi begitu menyeramkan. Badai ini membentuk seperti gulungan sangat besar
yang cenderung berputar dengan sangat cepat. Namun fenomena alam semesta yang
luar biasa mengerikan ini termasuk sangat langka terjadi dan hanya bisa
ditemukan pada kawasan Amerika Serikat saat musim semi.
2. Pasir terapung di atas Laut
Fenomena unik lainnya mungkin tidak
terpikir, bagaimana mungkin pasir mengapung pada permukaan laut, tapi hal
itulah yang terjadi di Laut Pasifik Selatan. Seorang bernama Maiken pertama
kali melihat fenomena ini saat melakukan perjalanan yang ketika itu melihat
pasir tersebut mengapung dan bergerak yang pada awalnya disangka sebagai
daratan pantai. Dugaan sementara mengenai hamparan pasir tersebut, berasal dari
batuan vulkanik karena semburan gunung api yang yang letaknya di tengah laut
pasifik selatan, dimana saat itu sedang tampak mengeluarkan asap.
3. Ombak membeku
Gulungan ombak di pantai terlihat bergerak
cepat dan kemudian hilang ketika sampai di pantai, namun apa jadinya jika
melihat ombak membeku akibat dari rendahnya suhu pada waktu itu sehingga
dianggap sebagai memicu pembekuan air, padahal seharusnya ombak laut mungkin
bisa membeku saat musim dingin. Ombak beku di Air laut di Constanta tersebut
menjadi pemandangan yang unik dan sangat indah.
4. Batuan columnar basalt
Columnar Basalt sebenarnya merupakan formasi batu-batu yang memiliki bentuk
persegi dengan sempurna yang berada di pinggiran lautan. Tidak ada yang
mengetahui bagaimana terbentuknya batuan basalt ini, sehingga hal inilah yang
membuatnya misteri
5. Bumi Terbelah (Retak)
Fenomena alam didunia ini, berupa bumi
yang terbelah tersebut tampak pada retakan yang terjadi pada kawasan seluas 900
kilometer itu terus memanjang serta semakin melebar dan telah mencapai lebar
sepanjang 8 meter dalam 10 hari. Jika mengacu pada pergeseran yang umum
terjadi, normalnya waktu sekitar 230
tahun agar retakan dapat mencapai ukuran lebar 8 meter. Pada gurun Afar di
Ethiopia, Afrika ini adalah retakan yang terbesar di bumi dimana pada bahagian
bawahnya merupakan lempeng-lempeng Afrika dan Arab yang ternyata kini semakin
menjauh dengan n 1-2 cm per tahun.
6. Sundogs
Sundogs terbilang fenomena yang unik,
karena terbentuk melalui alam yang berhubungan dengan kristal es di atmosfer.
Sama seperti proses terjadinya pelangi yang terbakar ini, ini tampak seperti
ada dua titik terang menyerupai matahari di langit sehingga tampak ada 3
matahari di langit.
7. Penitentes
Formasi pada lapisan es membentuk
sesuatu yang keren dan biasanya terdapat di kawasan pegunungan yang bernama.
Bidang-bidang es tersebut meruncing yang bisa mencapai ketinggian 4 meter. Banyak
ditemukan pada kawasan pegunungan Andes seperti jarum-jarum es di hamparan
pegunungan.
KESIMPULAN
Kita sering kali juga berpendapat Malaysia
tidak mungkin mengalami taufan atau tsunami secara besar-besaran. Kalau ada pun
hanya tempiasnya sahaja. Apakah mungkin kita akan terus-terusan berfikiran
sedemikian? Memang benar, Malaysia tidak banyak pengalaman dalam menghadapi
kejadian bencana alam yang besar seperti kesan letusan gunung berapi dan ribut
taufan.
Beberapa kejadian pernah berlaku ialah
ribut Greg pada tahun 1998 yang melanda pantai Sabah dan memusnahkan harta
benda. Malaysia merasai tempias kesan gempa dasar laut membawa kepada tsunami
pada 26 Disember 2004 di pusat gempa terletak pada latitud 3.316° utara dan
longitud 95.854° timur iaitu sejauh 160 kilometer di sebelah barat Aceh di
Sumatera pada kedalaman laut kira-kira 10 kilometer.
Gempa ini berkekuatan 9.0 mengikut skala Richter. Tsunami mengorbankan
hampir 230,000 nyawa, 125,000 lagi cedera dan 46,000 hilang di 14 negara.
Malaysia merekodkan 75 kematian, 6 hilang dan 299 cedera. Pengalaman kita dari
segi banjir ialah pada tahun 1926 yang dipanggil 'bah besar' dan berlaku sekali
lagi pada tahun 1946. Pada Januari 1971, banjir besar berlaku dan hampir
meliputi seluruh negara yang memaksa kerajaan mengisytiharkan darurat.
Seterusnya banjir di Johor pada tahun 1998. Lazimnya, negeri Kelantan,
Terengganu dan Pahang hampir saban tahun mengalami banjir pada setiap hujung
tahun dan awal tahun.
Bagi ahli geografi, ahli sains dan yang
memahami kejadian ini, semua bencana alam ini telah diduga, diramal dan
dijangka. Malah manusia sebenarnya telah dimaklumkan menerusi amaran supaya
tidak menyemarakkan bencana alam dengan memusnahkan alam sekitar, tumbuh-tumbuhan,
muka bumi atau mencemari udara dengan kloroflurokarbon dan kotoran udara.
Sebelum memahami bagaimana bencana alam berlaku, perlu difahami jenis
angin yang datangnya dari arah laut dan sebenarnya adalah asas kepada fenomena
kejadian tersebut. Angin monsun bertiup sederhana pada kadar 5 knot atau 10
kilometer sejam dan boleh meningkat kepada 35 knot atau 50 hingga 80 kilometer
sejam. Jika tekanan angin menjadi lebih tinggi, maka angin ini akan berubah
menjadi lebih ganas
Sebelum memahami bagaimana bencana alam berlaku, perlu difahami jenis
angin yang datangnya dari arah laut dan sebenarnya adalah asas kepada fenomena
kejadian tersebut. Angin monsun bertiup sederhana pada kadar 5 knot atau 10
kilometer sejam dan boleh meningkat kepada 35 knot atau 50 hingga 80 kilometer
sejam. Jika tekanan angin menjadi lebih tinggi, maka angin ini akan berubah
menjadi lebih ganas.
RUJUKAN
* Kamus Dewan Bahasa
* http://www.bharian.com.my/node/29333
* Ayat bahawa matahari dan bulan memiliki waktu orbit yang berbeda2 (QS 55/5]dan garis edar sendiri yang tetap[36/40]
* Al-Quran dan Sunah
* Kumpulan puisi dan Tentang Alam Semestar
http://ervitata.blogspot.my/
* Kamus Dewan Bahasa
* http://www.bharian.com.my/node/29333
* Ayat bahawa matahari dan bulan memiliki waktu orbit yang berbeda2 (QS 55/5]dan garis edar sendiri yang tetap[36/40]
* Al-Quran dan Sunah
* Kumpulan puisi dan Tentang Alam Semestar
http://ervitata.blogspot.my/
http://www.islamicfinder.org/gallery/albums/userpics/10001/normal_M_14.jpg
LAMPIRAN
BATU BERSUJUD
NAMA
|
NO.MATRIK
|
NOR HAFIZA BINTI MOHD NOOR
|
02DSB14F2025
|
SUHAIMIZA BINTI ISMAIL
|
02DSB14F2017
|
NUR ADILAH BINTI RAZALI
|
02DSB14F2031
|
NURUL EFFA FARHANA BINTI
MUSTAPHA
|
02DSB14F2037
|
WAN NORAZLINDA BINTI WAN AWANG
|
02ESB14F2005
|


No comments:
Post a Comment