Powered By Blogger

Tuesday, 6 October 2015

(e-FOLIO) FENOMENA ALAM SEMESTA SEBAGAI BUKTI KEAGUNGAN CIPTAAN ALLAH S.W.T



           PENGENALAN


     Menurut kamus dewan fenomena ialah sesuatu kenyataan atau kejadian yang dapat diperhatikan.Contohnya seperti alam semulajadi atau sejarah fenomena juga dapat didefinisikan sebagai sesuatu kenyataan atau kejadian yang dapat diberikan dan dijelaskan secara saintifik

 

7 FENOMENA ALAM SEMESTA DI DUNIA

      Pernahkah kita mengetahui, banyak fenomena alam yang merupakan peristiwa luar biasa di berbagai belahan bumi di dunia ini. Kejadian yang menyangkut campur tangan alam ini terkadang tidak sanggup diterima nalar, dan memang menyimpan rasa heran dan kagum yang sekaligus mengingatkan kita bahawa apapun terjadi pada kehidupan kita di bumi ini.


Fenomen Alam

 Alam seperti bumi yang kita tempati ini dan berada pada sistem tata surya alam semesta, bagaimana mungkin boleh terbentuk dengan sendirinya. Begitu juga dengan 7 fenomena alam di dunia yang sangat menakjubkan ini .
Beberapa fenomena alam semesta di dunia yang pernah ada tersebut, memang memberikan rasa kekaguman yang sarat makna kehidupan. Bahwa dengan adanya fenomena alam tersebut, merupakan bukti keagungan dan kebesaran sang pencipta.


 
1.    BADAI SUPERCELL

   Angin yang bertiup kencang dengan sebutan Supercell ini sebenarnya merupakan kumpulan dari badai tornado yang lebih dari sekedar sel badai biasa dan terjadi begitu menyeramkan. Badai ini membentuk seperti gulungan sangat besar yang cenderung berputar dengan sangat cepat. Namun fenomena alam semesta yang luar biasa mengerikan ini termasuk sangat langka terjadi dan hanya bisa ditemukan pada kawasan Amerika Serikat saat musim semi.



2. Pasir terapung di atas Laut
      
    Fenomena unik lainnya mungkin tidak terpikir, bagaimana mungkin pasir mengapung pada permukaan laut, tapi hal itulah yang terjadi di Laut Pasifik Selatan. Seorang bernama Maiken pertama kali melihat fenomena ini saat melakukan perjalanan yang ketika itu melihat pasir tersebut mengapung dan bergerak yang pada awalnya disangka sebagai daratan pantai. Dugaan sementara mengenai hamparan pasir tersebut, berasal dari batuan vulkanik karena semburan gunung api yang yang letaknya di tengah laut pasifik selatan, dimana saat itu sedang tampak mengeluarkan asap.



3. Ombak membeku
    Gulungan ombak di pantai terlihat bergerak cepat dan kemudian hilang ketika sampai di pantai, namun apa jadinya jika melihat ombak membeku akibat dari rendahnya suhu pada waktu itu sehingga dianggap sebagai memicu pembekuan air, padahal seharusnya ombak laut mungkin bisa membeku saat musim dingin. Ombak beku di Air laut di Constanta tersebut menjadi pemandangan yang unik dan sangat indah.



 

4. Batuan columnar basalt
     Columnar Basalt sebenarnya merupakan   formasi batu-batu yang memiliki bentuk persegi dengan sempurna yang berada di pinggiran lautan. Tidak ada yang mengetahui bagaimana terbentuknya batuan basalt ini, sehingga hal inilah yang membuatnya misteri



 

5. Bumi Terbelah (Retak)
     Fenomena alam didunia ini, berupa bumi yang terbelah tersebut tampak pada retakan yang terjadi pada kawasan seluas 900 kilometer itu terus memanjang serta semakin melebar dan telah mencapai lebar sepanjang 8 meter dalam 10 hari. Jika mengacu pada pergeseran yang umum terjadi, normalnya  waktu sekitar 230 tahun agar retakan dapat mencapai ukuran lebar 8 meter. Pada gurun Afar di Ethiopia, Afrika ini adalah retakan yang terbesar di bumi dimana pada bahagian bawahnya merupakan lempeng-lempeng Afrika dan Arab yang ternyata kini semakin menjauh dengan n 1-2 cm per tahun.
                                                         




6. Sundogs
    Sundogs terbilang fenomena yang unik, karena terbentuk melalui alam yang berhubungan dengan kristal es di atmosfer. Sama seperti proses terjadinya pelangi yang terbakar ini, ini tampak seperti ada dua titik terang menyerupai matahari di langit sehingga tampak ada 3 matahari di langit.




7. Penitentes
Formasi pada lapisan es membentuk sesuatu yang keren dan biasanya terdapat di kawasan pegunungan yang bernama. Bidang-bidang es tersebut meruncing yang bisa mencapai ketinggian 4 meter. Banyak ditemukan pada kawasan pegunungan Andes seperti jarum-jarum es di hamparan pegunungan.





KESIMPULAN
   

    Kita sering kali juga berpendapat Malaysia tidak mungkin mengalami taufan atau tsunami secara besar-besaran. Kalau ada pun hanya tempiasnya sahaja. Apakah mungkin kita akan terus-terusan berfikiran sedemikian? Memang benar, Malaysia tidak banyak pengalaman dalam menghadapi kejadian bencana alam yang besar seperti kesan letusan gunung berapi dan ribut taufan.

    Beberapa kejadian pernah berlaku ialah ribut Greg pada tahun 1998 yang melanda pantai Sabah dan memusnahkan harta benda. Malaysia merasai tempias kesan gempa dasar laut membawa kepada tsunami pada 26 Disember 2004 di pusat gempa terletak pada latitud 3.316° utara dan longitud 95.854° timur iaitu sejauh 160 kilometer di sebelah barat Aceh di Sumatera pada kedalaman laut kira-kira 10 kilometer.


   Gempa ini berkekuatan 9.0 mengikut skala Richter. Tsunami mengorbankan hampir 230,000 nyawa, 125,000 lagi cedera dan 46,000 hilang di 14 negara. Malaysia merekodkan 75 kematian, 6 hilang dan 299 cedera. Pengalaman kita dari segi banjir ialah pada tahun 1926 yang dipanggil 'bah besar' dan berlaku sekali lagi pada tahun 1946. Pada Januari 1971, banjir besar berlaku dan hampir meliputi seluruh negara yang memaksa kerajaan mengisytiharkan darurat. Seterusnya banjir di Johor pada tahun 1998. Lazimnya, negeri Kelantan, Terengganu dan Pahang hampir saban tahun mengalami banjir pada setiap hujung tahun dan awal tahun.



    Bagi ahli geografi, ahli sains dan yang memahami kejadian ini, semua bencana alam ini telah diduga, diramal dan dijangka. Malah manusia sebenarnya telah dimaklumkan menerusi amaran supaya tidak menyemarakkan bencana alam dengan memusnahkan alam sekitar, tumbuh-tumbuhan, muka bumi atau mencemari udara dengan kloroflurokarbon dan kotoran udara.
   Sebelum memahami bagaimana bencana alam berlaku, perlu difahami jenis angin yang datangnya dari arah laut dan sebenarnya adalah asas kepada fenomena kejadian tersebut. Angin monsun bertiup sederhana pada kadar 5 knot atau 10 kilometer sejam dan boleh meningkat kepada 35 knot atau 50 hingga 80 kilometer sejam. Jika tekanan angin menjadi lebih tinggi, maka angin ini akan berubah menjadi lebih ganas


   Sebelum memahami bagaimana bencana alam berlaku, perlu difahami jenis angin yang datangnya dari arah laut dan sebenarnya adalah asas kepada fenomena kejadian tersebut. Angin monsun bertiup sederhana pada kadar 5 knot atau 10 kilometer sejam dan boleh meningkat kepada 35 knot atau 50 hingga 80 kilometer sejam. Jika tekanan angin menjadi lebih tinggi, maka angin ini akan berubah menjadi lebih ganas.


  

RUJUKAN
*      Kamus Dewan Bahasa
*      http://www.bharian.com.my/node/29333
*      Ayat bahawa matahari dan bulan memiliki waktu orbit yang berbeda2 (QS 55/5]dan garis edar sendiri yang tetap[36/40]
*      Al-Quran dan Sunah
*      Kumpulan puisi dan Tentang Alam Semestar

http://ervitata.blogspot.my/
http://www.islamicfinder.org/gallery/albums/userpics/10001/normal_M_14.jpg

















 
LAMPIRAN




BATU BERSUJUD












NAMA
NO.MATRIK
NOR HAFIZA BINTI MOHD NOOR
02DSB14F2025
SUHAIMIZA BINTI ISMAIL
02DSB14F2017
NUR ADILAH BINTI RAZALI
02DSB14F2031
NURUL EFFA FARHANA BINTI MUSTAPHA
02DSB14F2037
WAN NORAZLINDA BINTI WAN AWANG
02ESB14F2005

No comments:

Post a Comment